Jumat, 23 September 2016

cara membuat lampu tidur dari botol bekas

Cara Membuat Lampu Tidur atau Lampu Hias Dari Botol Bekas khususnya Botol Plastik yang pastinya sering kita jumpai dimana-mana apalagi jika botol plastik itu sudah menjadi sampah. jika tidak kita siasati, tentu hal ini sangat tidak nyaman untuk di pandang. karena selain sangat mengganggu kebersihan lingkungan. sampah dari botol plastik itu juga bisa mengakibatkan pemanasan global yang berkepanjangan.

Sebenarnya, masalah ini sudah bisa kita siasati salah satu cara nya yaitu dengan berbagai macam kerajinan. seperti membuat lampu tidur dari botol plastik

CARA MEMBUAT LAMPU TIDUR DARI BAHAN BOTOL PLASTIK

membuat lampu hias dari botol plastik, buat lampu tidur dari botol bekas, lampu tidur dari botol plastik
Sebelum mulai berkreasi, bahan dan alat yang kita perlukan adalah:
  • Botol Plastik Bekas (model sesuai selera kita, bersihkan terlebih dahulu ya)
  • Kabel listrik
  • Lampu kecil (lampu cabai beserta cupnya)
  • Colokan lampu
  • Cutter yang tajam
  • Lem plastik
  • Cat semprot.

Setelah semua bahan dan perlengkapan sudah siap, langkah selanjutnya langsung saja kita eksekusi cara membuat lampu tidur dengan botol plastik ini :

  1. Potong bagian bawah botol plastik tersebut mengikuti bentuk menggunakan cutter yang tajam. (lihat gambar no 1) Jika bentuknya bergelombang kita ikuti saja menurut bentuknya. Bagian bawah botol tersebut akan kita jadikan sebagai kaki lampu tidur kita.
  2. Lubangi dibagian tengah dari bawah botol plastik yang telah kita potong (lihat gambar no 2), untuk lubang kabel. Buat juga lubang yang sama di bagian tutup botol.
  3. Rekatkan bagian bawah botol plastik yang telah dipotong tersebut kebagian tutup botol dengan menggunakan lem. (lihat gambar no 3) Sesuaikan letaknya dengan lubang yang telah kita buat, tutup botol tersebut (bisa juga lubang dibuat setelah tutup botol dan bagian bawah lubang di rekatkan-atur yang menurut kalian mudah saja ya)
  4. Setelah sambungan tersebut sudah mengering dan kuat. Kita bisa memberikan warna lampu dari botol plastik tersebut menggunakan cat semprot (bisa menggunakan cat semprot dalam kemasan kaleng (pilok) atau bisa juga menggunakan cat minyak yang disemprotkan menggunakan semprotan nyamuk. (kreatifitas anda sangat dibutuhkan)
  5. Setelah cat kering, kita lanjut memasang lampu dan kabel. Rekatkan cup lampu menggunakan lem pada bagian dalam tutup botol agar lebih kuat.
  6. Tambahkan beberapa ornamen/hiasan sesuai selera. ( lagi lagi kreatifitas anda sangat dibutuhkan )

simple kan... Dengan sedikit kreatifitas, kita bisa membuat suatu barang yang bagus dan cantik. Bahannya juga dari limbah, soo.. kita gak perlungeluarin  biaya yang banyak dan ramah linkungan tentunya,,,..
GO-Green!! ....

Rabu, 21 September 2016

Kemilau Danau Maninjau

Danau Maninjau


Danau Maninjau - Terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat Indonesia. Perjalanan enak sech dari kota Bukit Tinggi sekitar 1 jam dengan mobil dan melalui jalanan berkelok-kelok. Maninjau merupakan danau vulkanik dan memiliki luas sekitar 99,5 km. Dan berada di ketinggian 461,5 mdpl, hawanya sejuk pake banget bikin betah karena di kelilingin perbukitan yg rimbun.Danau Maninjau merupakan sumber air sungai yg bernama Batang Sri Antokan, dan juga merupakan sumber tenaga dari PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan danau maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang, eitss di puncak lawang juga ada olah raga terbang layang alias parasailing, kalo mau seru2an bisa terbang tendem dan berputar2 ngak jelas diatas danau yg cukup luas dan termasuk danau terbesar ke 11 di Indonesia.

Aktifitas budidaya ikan patin yang menjadi sumber utama kegiatan perekonomian masyarakat setempat selain bertani juga menjadi paket wisata yang cukup seru.
Kita bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat untuk belajar dan mengamati kegiatan budidaya ikan patin ini.
 Air Danau Maninjau yang sangat mendukung adanya kegiatan budidaya ikan  ini memang dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat dalam mengembangkan tingkat perekonomian mereka.
Para pecinta alam juga sering mengadakan kegiatan di wilayah Danau Maninjau untuk mendekatkan diri kepada alam, dimana mereka bisa belajar tentang arti kedamaian dan kenyamanan karena suasana lingkungan yang sangat sejuk tanpa adanya gangguan bising suara apapun.
Pemandangan di Danau Maninjau merupakan salah satu spot danau yang indah dan menarik di Indonesia yang bisa kita temui.

  Di Puncak lawang kita dapat menikmati keindahan pemandangan alam maninjau dari ketinggian. kita bisa berfoto ria sambil bersenang bareng teman atau keluarga.
  Untuk sampai ke Maninjau dari BIM (airport) membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan. untuk sampai ke puncak lawang, kita harus melewati tanjakan dengan banyak tikungan, yang dikenal sabagai "kelok 44".
Karna keindahan, ketenangan, keheningan serta damai nya suasana Maninjau, Presiden Soekarno perna berkata “Jangan Datang Ke Ranah Minang, Kalau Tak Mampir Ke Maninjau”.
Makanya sob.. Kita harus bangga jadi orang Indonesia karna di Indonesia banyak tempat-tempat yang barus untuk di kunjungi..


Hasil gambar untuk pesona danau maninjau
pemandangan di kelok 34
Hasil gambar untuk pesona danau maninjau
sunset di sela bukit maninjau
Hasil gambar untuk pesona danau maninjau
maninaju malam hari dilihat dari puncak lawang         


Hasil gambar untuk pesona danau maninjau
paralayang di puncak lawang                            


 

Rabu, 07 September 2016

CERPEN



Akhirnya Terkenal, Tapi…

            Pegawai adalah pekerjaan yang paling gak enak, karena tiap hari kerjanya Cuma disuruh-disuruh. Kalau salah, dibentak-bentak. Kalau gak mau ada salah kenapa gak kerjain aja sendiri? Itu yang gue pikirin pas gue masih jadi pegawai, walau sekarang masih.
            Nama gue Tomi, gue pegawai di perusahaan kecil-kecilan. Sebenernya ampe sekarang gue gak tau tempat gue kerja tu sebenrnya perusahaan apaan. Semua ruangan kotor, kecuali ruangan si direktur, Mr. Widjoko Widio Tjawiryo. Nama yang panjang and aneh. Perusahaan gue ini, eh, maksudnya perusahaan si mister ini ada di daerah bagian selatan Papua, tepatnya Wingstonville yang total penduduknya Cuma 137 orang. Emang dikit sih, tapi gak ada warga asli di sini. Kalau gue, tinggal di kost-kost-an Mak Hamid deket kantor gue. Kost-kost nya cukup mewah ama perabotan-perabotan and peralatan terus fasilitas lengkap dengan sewa yang cukup Rp710.00,- saja.
            Di kantor gue kerja jadi pegawai, atau lebih tepatnya OB kali ya? Karena kerjaan gue cuma disuruh-suruh kayak babu. Sialnya gue gak pernah diberi penghargaan ataupun pujian atas pekerjaan gue, sebaik apapun gue nyeleseinnya, malah dibentak guenya. Padahal gue ini lulusan S2 di PTN di ibukota. Dimana harga diri gue coba?! Kalu bias gue pengen jadi terkenal and keluar dari nih perusahaan. Pernah gue piker gitu, tapi pas gue pengen ajuin pengunduran diri, masuk seorang pegawa cewek, cantik lagi. Yang gue gak ngerti, pas gue pertama masuk dengan ijazah S2, gue malah jadi OB terus dia, si pegawai baru dengan tanpa membawa ijazah apapun langsung keterima jadi sekretaris. Aduh! Gue gak ngerti dasar apaan yang dipakai si mister buat ngangkat pegawai baru.
            Oiya, gue belom bilang kenapa gue gak jadi berenti kerja ya? Jadi gini, itu karena gue pernah ngeliat tuh pegawai baru nangis pas pulang kerja, gue gak tega donk? Ya terus gue samperin, pas gue tanya kenapa doi nangis, si doi bilang kalo dia tuh dirayu ama si mister.
            “Kurang ajar tuh si mister!! Padahal udah bebini 2 masih juga.”
            Astagfirullah, emangnya Mr. Widjoko Widio Tjawiryo sudah punya istri 2 orang cewek mas?” tanya Aisyah si gadis cantik.
            “(Widih, panjang amat omong nih cewek…--) Gak usah gitu amat manggilnya panggil aja mister kalo enggak wewet . Oiya, jangan panggil gue mas, gue masih 20 tahun soalnya. Emang umur lo berapa?”
            “Umur Aisyah Alhamdulillah udah 19 tahun sekarang ma--“
            “Panggil Tomi aja, gak usah mas. Kan cuma beda setahun.”
            “Okelah kalau begitu saja InsyaAllah saya bisa kok, Tomi.”
            Itu fisrt-time gue liat cewek cakep yang selama ini gak pernah gue liat. Diliat dari namanya kayanya dia cewek sholehah, and itu that’s my type banget bro..!! Makanya gue gak jadi berenti kerja, siapa tau Aisya tuh jodoh gue, ngarep.
            Sorenya, gue nyampe di kost-kostan gue. Namanya juga kost-kostan gue jadi orang-orangnya ya kayak gue, tapi tetep gue yang paling ganteng, gagah, cakep and maskulin. Makanya gue gak mau disamain, kalo dimiripin sih gak masalah.
            Di kost-kostan gue kira-kira ada 20 orang yang pernah tinggal, tapi karena longsor di Solok Selatan, jadi orang-orang di kost-kostan gue jadi tinggal 6 tambah gue jadi 7. Gue yakin, kalau lo nginep di sini lo bakal mikir buat cepet pindah, gimana enggak coba?! Isinya orang yang pada gak jelas, kecuali gue pastinya, termasuk si yang punya kost-kostan. Oke, gue bakal ngasih tau siapa and gimana orang-orang di sini.
            Ilyas, orang yang paling pinter yang ampe sekarang masih kuliah, padahal udah dapet S3. Kalo lo mau temenan ama ni orang lo harus bisa ketawa tanpa sebab, kenapa? Karena, walaupun punya otak yang super encer, tapi tetep aja kalau masalah ngealawak dia…jujur ya, gak ada. Kalo diistilahin tu humor-sense nya gak ada. Seumur idup gue gak pernah ketawa karena lawakannya, malah orang ketawa karena ‘keagaringannya’ dan itu pun selalu dimulai dengan dia yang ketawa duluan. Tapi, kalau gue ada masalah ama kerjaan gue yang super susah, dia yang biasa nolongin, ada kurang ada lebih lah.
            Vikri, gak jealas asalnya dari mana. Dari ciri-ciri fisik nih orang, mungkin orang bakal ngenilai dia orang keturunan asli sini, karena kulitnya yang gak terang, lo tau maksud gue apaan kan, bahkan dia pernah cerita ada orang yang bilang depan ama belakangnya tuh sama. Tapi, dari semua temen gue cuma dia yang bisa muasin gue, tapi dalam selera humor. Dari semua lawakannya gak pernah gue gak ketawa. Bahkan ada lawakannya yang bikin gue ampe jingkrak-jingkrak. Sayangnya, dia tuh orang yang paling kesiksa batinnya, gue gak bakal bilang kalau dia masih kuliah buat ambil S11 hampir 7 tahun, gue gak bakalan pernah bilang itu.
            Ibnu, kalau nih orang mah soibnya si Ilyas banget, kenapa bisa gitu? Karena Ibnu mungkin satu-satunya orang yang bisa ngelengkapin Ilyas, bahkan mereka punya panggilan kesayangan masing-masing. Ibnu tuh orangnya doyan banget ketawa, apapun yang diomongin orang dia bakalan ketawa, walapun gak tau apa yang diomongin orang-orang. Tapi jangan salah, senyumnya yang murah itu bikin semua cewek di kost-kostan sebelah suka ama dia.
            Ehm, Irsyad, gila mungkin kata yang paling cocok buat nih orang. 20 tahun menjomblo, total penolakan yang dia punya tuh udah lebih dari 1000-an, wow. Walaupun punya tingkat penolakan yang tinggi, tapi ampe sekarang dia mash tetep usaha buat dapetin pacar. Walau kenyataannya tetep sama. Cuma, yang bikin gue heran tuh, wajahnya walaupun gak ganteng, tapi gak jelek lah. Nge-gombal? Udah biasa buat dia, soalnya dia lulusan sastra di UI. Udah berbagai cara yang dia coba dan gak ada yang berhasil. Shalat malam? Sering, do’a-do’aan? Apalagi. Semua cara yang sesuai syariat udah di coba, dan gak berhasil. Akhirnya, dia coba pergi ke dukun buat dapet pacar, dan malah si dukun yang suka ama dia, yang jelas-jelas juga cowok. Ampe sekarang dia masih tetep usaha buat dapet walau masih dikejar dukun. Ini yang bikin gue salut ama dia.
            Mukhlis, pria yang sok ganteng. Wajah pas-pasan plus pasaran. Gak ada yang meanarik dari nih orang, tapi kenyataannya lain, pacarnya ada banyak banget. Pacarnya kira-kira ada 9 orang yang cewek, selebihnya gue gak tau. Gak nanggung-nanggung, semuanya anak pejabat and konglomerat luar biasa. Namanya juga orang kaya, jadi harus sama yang kaya juga kali. Setiap uang yang keluar dari saku doi, gak pernah kurang dari Rp500.000,-. Songong banget nih orang.
            Yang gue certain tuh cuma orang yang udah pernah gue liat. Sebenernya masih ada 1 kamar lagi yang baru aja ada, tapi sampe sekarang gue gak tau siapa yang huni. Kalo malam lampu di kamar tuh nyala terus, kalo pagi? Mati.
            Malemnya gue ketiduran karena udah capek kerja, cari duit buat bayar kost-kostan. Soalnya kalo gue gak bayar sewa, si peyot yang punya kost-kostan bakal dateng ke kamar tanpa ngetuk pintu. Kenapa gue gak pengen gitu? Kalo cuma masuk ke kamar mah masih oke, tapi kalo masuknya pake pakaian yang nyelonoh gimana gue gak takut coba?!
            Walau udah 67 tahun, Mak Hamid masih suka ngegodain cewek. Lebih tepatnya nenek-nenek, yang punya kost-kostan sebelah. Ini alas an si Mak Hamid buat pake pakaian ‘nyentrik’ alias nyelonoh setiap hari, Karen si nenek suka ama orang yang begituan. Saking niatnya nih orang, tiap hari bajunya beda-beda. Aduh, duit banyak kok buat dipake yang begituan.
            Paginya, gue tiba-tiba bangun, gue heran kenapa bisa bangun. Pas gue liat jendela, masih gelap, gue jadi makin bingung and akhirnya tidur lagi. Gue bangun lagi dengan muka gak puas tidur. Gue mandi kira-kira 3 menit, terus ngaca, ternyata pakaian gue belom kelar. Gue pakai seragam and langsung berangkat, tanpa pamit. Lagian juga sama siapa?!
            Gue keluar buat nyari ojek, bukan taksi, mahal soalnya. Bukannya ketemu ojek, gue malah ketemu si mister yang lagi naik limo, terus gue samperin mobilnya.
            “Pak! Pak!” Teriak gue.
            “Ooh Tomi toh.”
            “Iya pak, boleh numpang pak? Biar lebih irit gitu.”
            “Ora iso!! Mobil iki Cuma buat orang berkelas macam saya, bukan pegawai rendahan macam situ!” Bentak si mister ngajak berantem.
            Astagfirullah, kenapa bapak berbicara seperti itu terhadap pegawai bapak sendiri. Kalau mobil ini memang untuk orang-orang seperti bapak, alangkah lebih baik jika saya yang juga pegawai untuk turun saja dari mobil bapak ini,” demikian penjelasan Aisyah yang ternyata juga di dalam.
            Si Aisyah tetap turun walau masih dipaksa ama si mister beridung belang sambil terus minta maaf  ke mister, padahal gak perlu. Si mister akhirnya berlalu dengan wajah penuh penyesalan dan kesal di dalam hatinya, mungkin itu semua karena Aisyah yang lebih memilih untuk pergi bersamaku. Eh?! Kenapa gue ikut-ikutan bicara kaya Aisyah?! Lupakan, intinya gitulah. Terus si Aisyah ngasih sesuatu ke gue.
            “Ini mas, eh, Tomi.”
            “Duit? Buat apaan?” tanya gue.
            “Tomi sepertinya sedang kesulitan dalam masalah keuangan, sehingga begitu ingin menumpang bersama orang lain, bukannya naik taxi. InsyaAllah bisa membantu Tomi, walaupun Aisyah cuma bisa memberi seadanya seperti ini saja.”
            “Hah? Gak usahlah, makasih. Gue Cuma pengen irit, bukan berarti kekurangan duit.”
            “Apa Tomi sudah yakin untuk tidak menerima uang yang telah Aisyah berikan ini?”
            “Yoi. Mending lo pergi duluan deh, gue masih ada urusan.”
            “Baiklah kalau begitu Tomi, Aisyah juga tidak memaksa kok, mau atau tidaknya Tomi, itu adalah hak Tomi. AIsyah pergi terlebih dahulu ya.”
            Abis Aisyah pergi, gue mikir, kalo Aisyah tuh jodoh gue, hidup gue pasti bakalan berubah ke arah yang lebih baik. Gue terus ngayal sampe gue tau kalo gue udah telat 2 jam. Ojek udah gak ada lagi, gue putus asa. Terus, dia lewat pake motor gede yang nyentrik banget kalo di jalan.
            “Oi Mukhlis!!”
            “Wazzup?”
            “Anterin gue ke kantor gue, cepet!”
            “Numpang kok maksa? Ya udah naik gih.”
            Akhirnya, gue dianterin sama si Mukhlis. Sampe di kantor, gue ngeliat si mister lagi ngegodain Aisyah. Gue heran, kenapa si mister suka banget ngegodain Aisyah, padahal kerjanya kan lumayan banyak terus yang diatasnya masih banyak, kalau mereka gak dapet berkas dari mister, ya mereka bakal mecat si mister. Tapi, si mister keliatannya santai aja, dan gak takut bakalan dipecat atau gimana. Jangan si mister nyuap orang, berarti dia kaya karena hasil korupsi, gawat!
            Gue terus mikir buat nyari tau. Gue sembunyi di kolong meja samping lemari, tapi gak jadi. Akhirnya gue sembunyi di dalem lemari. Gue nunggu sampe malem and ampir aja ketiduran. Si mister dateng, gue keluar dari tempat dari lemari kayak setan, si mister kaget terus jatuh and guling-guling.
            “Kenapa situ di sini? Situ tau saya korupsi ya?” dia ngaku sendiri.
            “Eh, emang bener ya? Kalau gitu gue laporin!”
            “Jadi belum tau? Arrgh!! Jangan laporin saya. Nanti dia akan pergi.”
            Gue terus lari ke luar kantor tanpa hirauin si mister, gue nyari kantor polisi yang ternyata ada di sebelah kantor. Gue pergi ke sana terus laporin semuanya. Ternyata selama ini si mister ngelakuin korupsi terbesar di dunia dan udah bercabang-cabang di banyak negara.
            Abis tuh kejadian, banyak media yang dating ke kost-kostan gue. And semua penghuni kost-kostan gue jadi terkenal. Sialnya yang duluan terkenal si Mak Hamid, terus si peyot langsung ngelamar nenek-nenek yang punya kost-kostan sebelah di depan media banyak, so sweet. Si garing Ilyas dapet beasiswa lagi, terus lanjut kuliah di luar negeri. Si Vikri akhirnya ‘di-wisudain’ sama yang punya universitas karena kasihan, haduh. Si ibnu yang gak bisa milih salah satu dari cewek yang suka sama doi, akhirnya mutusin buat poligami and nikahin semuanya. Irsyad tiba-tiba menang undian dan dapet hadiah uang, dia pergi ke luar negeri masih buat cari jodoh. Mukhlis, setelah tau semua ceweknya matre akhirnya mutusin semuanya terus pacaran sama tetangga sebelah rumahnya. Terus, kamar misterius di kost-kostan gue kayaknya gak dihuni lagi. Mungkin yang huni udah pergi karena kasus atau gimana, and takut ketahuan media massa.
            Si Aisyah, gak pernah keliatan lagi. Wajahnya yang rupawan gak pernah keliatan lagi. Suaranya yang merdu gak pernah kedengeran lagi. Dia seakan pergi jauh banget dan gak tau kemana. Padahal sebelumnya terasa deket banget. Atau ini yang dibilang si mister tentang dia yang bakal pergi. Jadi, dia tuh Aisyah?! Jangan-jangan Aisyah komplotannya si mister makanya bisa deket gitu?! Atau cuma keseret ama si mister yang maksa? Eh, kok jadi ribet ya? Lupakan. Mungkin gue seneng bisa terkenal, tapi kalo pengorbanannya gini, apa gue masih bisa seneng? hahaha...     TAMAT